Senin, 13 September 2010

DUNIA

Adakah manusia yang tak pernah merasakan hampa dalam kehidupannya? Jika ada aku ingin bertukar hidup dengannya.
DUNIA.? Terkadang dunia ini terasa hampa dan menyengsarakan terkadang dunia membuat kita menangis dan tertawa. Kita menangis menyadari semua permasalahan yang terus menimpa dunia tempat kita berpijak, tempat kita tinggal. Dunia yang terus menerus memburuk. Dunia yang terus hampa.apakah tuhan menciptakan dunia seperti ini? Sulit di mengerti? Penuh kekurangan, yang tiada kesempurnaan. Terkadang ke tika kita melihat ke dalam dunia, melihat kehidupan yang lebih menyengsarakan daripada kita, kehidupan yang dipenuhi perang darah tiada henti, kita menangis.kita menangis melihat saudara kita yang kesulitan,yang sengsara.kemudian kita berfikir,membayangkan bagaimana susahnya ibu kita melahirkan kita?kita kembali menangis.kita merasakan cinta. Kita bahagia bagaikan terbang keatas awan. Namun ketika cinta meninggalkan kita, kita menangis. Haruskah kita bahagia ketika orang lain menangis?bolehkah kita bahagia?atau kita harus terus bersedih melihat semua hal yang menyengsarakan. Masalah yang tiada henti.haruskah kita bersedih? Haruskah kita berdo'a?menunggu sesuatu. Menunggu dan hanya menunggu. Apa kita harus menunggu saja? Tidak bisa.kita harus menghadapi semua masalah,berusaha,dan berdo'a.mungkin kita pernah merasakan penantian panjang dan keputus asaan namun inilah dunia yang tak luput dari masalah,kesulitan,dan ujian yang selalu kita temui. Dunia yang tak ada kesempurnaan di dalamnya. Karena dunia diciptakan tidak sempurna dan tak akan pernah sempurna.

Kamis, 02 September 2010

My First Love

My first love... my first love

dulu semua hanya tentang kamu. tapi tidak sekarang.
karena kutahu bahwa mencintai sahabat sendiri bukanlah hal yang baik. kini aku terjebak dalam kebingungan
apaakah aku masih mencintainya? tapi sekarang aku sudah memiliki pujaan hati yang lain.
apa akau sudah melupakannya? sebagai cinta pertamaku dan sebagai Sahabat yang sudah kuanggap seperti keluargaku sendiri jelas aku belum dan bahakan mungkin tak bisa melupakannya.
tapi rasa cinta ini....

ingin aku memperbaiki persahabatan yang telah kuhancurkan dengan cintaku padanya. ingin aku meminta maaf karena telah mencintainya, meski kutahu aku tak salah karena mencintainya. karena cinta datang tanpa pandang bulu. cinta datang tanpa melihat status seseorang.tapi ku ingin memeperbaiki persahabatan kita
dan kuharap aku bisa memulai persahabaatn baru dengannya lagi. persahabatan sejati yang tak terhapus oleh apapun. yang tak ada cinta seperti yang kurasakan dulu.
cinta yang terjadi karena kesalahan.

biarlah dalam persahabatan hanya ada sayang.sayang untuk sahabat. segalanya untuk sahabat bukan untuk CINTA PADA KEKASIH

Minggu, 22 Agustus 2010

kata-kata mutiara

kalimat-kalimat ini saya kutip dari buku harian yang saya temukan di rumah nenek saya.

  • when making new friends,forget not the old. the new ones are silver,but the old one are gold
  • there are silver ships, there are gold ships, but there are no ships,like FRIENDSHIP
  • dont walk in front of me, i might not follow. dont walk behind me, i might not lend.walk beside me and be my friend
  • to be a winner,all you need is to give all you have
  • people becomes fools when they stop asking question
  • islam is a destiny it self and will not suffer any destiny
  • the situation maybe expressed by an image: science without religion is lame,religion without science is bund (albert einstein)
  • material abudance without character is the surest way to destruction(thomas jefferson)
  • a friend is there before you leave it, to lend a hand before you ask it, and give you love just when you need it most
  • a friend is a word when you're lonely, a guide when you're searching, a song when you're happy.
  • always forgive your enemies but never forget their names (robert f kennedy)
  • if you can't say anything about somebody, sit right down here beside me (alice roosvelt longworth)
  • this life is yours:believe in your self, take the power to make your life healty,exiting,worthwhile and very happy
  • music like love is created in the mind. nurtured by the soul and inspired by the heart
  • the two words to cause failure are not possible and the two word should certainly bring success are surely can (anonim)
  • put your heart, mind, intellect, and soul even to your smallest acts. this is the secrets of success (swami swandana)
  • not anyone else can travel that road for you, you must travel it yourself(walt whitman)

Selasa, 17 Agustus 2010

isteri-isteri rasulullah saw.

Bismillahirrahman

KHADIJAH BINTI KHUWALID

Ia merupakan isteri Nabi Muhammad yang pertama. Sebelum menikah dengan Nabi, ia pernah menjadi isteri dari Atiq bin Abid dan Abu Halah bin Malik dan telah melahirkan empat orang anak, dua dengan suaminya yang bernama Atiq, yaitu Abdullah dan Jariyah, dan dua dengan suaminya Abu Halah yaitu Hindun dan Zainab.

Berbagai riwayat memaparkan bahwa saat Muhammad s.a.w. menikah dengan Khadijah, umur Khadijah berusia 40 tahun sedangkan Nabi hanya berumur 25 tahun. Tetapi menurut Ibnu Katsir, seorang tokoh dalam bidang tafsir, hadis dan sejarah, mereka menikah dalam usia yang sebaya. Nabi Muhammad s.a.w. bersama dengannya sebagai suami isteri selama 25 tahun yaitu 15 tahun sebelum menerima wahyu pertama dan 10 tahun setelahnya hingga wafatnya Khadijah, kira-kira 3 tahun sebelum hijrah ke Madinah. Khadijah wafat saat ia berusia 50 tahun.

Ia merupakan isteri nabi Muhammad s.a.w. yang tidak pernah dimadu, karena semua isterinya yang dimadu dinikahi setelah wafatnya Khadijah. Di samping itu, semua anak Nabi kecuali Ibrahim adalah anak kandung Khadijah.

Maskawin dari nabi Muhammad s.a.w. sebanyak 20 bakrah dan upacara perkawinan diadakan oleh ayahnya Khuwailid. Riwayat lain menyatakan, upacara itu dilakukan oleh saudaranya Amr bin Khuwailid.

Pernikahannya dengan Khadijah menghasilkan keturunan hanya enam orang, yaitu: Al Qosim, Zainab, Rukayah, Ummu Kultsum, Fatimah, dan Abdullah.

Al Qosim mendapat julukan Abul Qosim, sedangkan Abdullah mempunyai julukan at Thoyib at Thohir yang berarti "Yang Bagus dan Lagi Suci".

SAWDAH BINTI ZAM'AH

Nabi menikah dengan Sawdah setelah wafatnya Khadijah dalam bulan itu juga. Sawdah adalah seorang janda tua. Suami pertamanya ialah al-Sakran bin Amr. Sawdah dan suaminya al-Sakran adalah di antara mereka yang pernah berhijrah ke Habsyah. Saat suaminya meninggal dunia setelah pulang dari Habsyah, maka Rasulullah telah mengambilnya menjadi isteri untuk memberi perlindungan kepadanya dan memberi penghargaan yang tinggi kepada suaminya.

Acara pernikahan dilakukan oleh Salit bin Amr. Riwayat lain menyatakan upacara dilakukan oleh Abu Hatib bin Amr. Maskawinnya ialah 400 dirham.

AISYAH BINTI ABU BAKAR

Akad nikah diadakan di Mekkah sebelum Hijrah, tetapi setelah wafatnya Khadijah dan setelah nabi Muhammad menikah dengan Saudah. Ketika itu Aisyah berumur 6 tahun. Rasulullah tidak bersama dengannya sebagai suami isteri melainkan setelah berhijrah ke Madinah. Ketika itu, Aisyah berumur 9 tahun sementara nabi Muhammad berumur 53 tahun.

Aisyah adalah satu-satunya isteri rasulullah yang masih gadis pada saat dinikahi. Saat itu Aisyah berumur 9. Upacara dilakukan oleh ayahnya Abu Bakar dengan maskawin 400 dirham.

HAFSHAH BINTI UMAR

Hafshah seorang janda. Suami pertamanya Khunais bin Hudhafah al-Sahmiy yang meninggal dunia saat Perang Badar. Ayahnya Umar meminta Abu Bakar menikah dengan Hafsah, tetapi Abu Bakar tidak menyatakan persetujuan apapun dan Umar mengadu kepada nabi Muhammad. Kemudian rasulullah mengambil Hafsah sebagai isteri. Hafsah Binti Umar (wafat 45 H)

Hafshah binti Umar bin Khaththab adalah putri seorang laki-laki yang terbaik dan mengetahui hak-hak Allah dan kaum muslimin. Umar bin Khaththab adalah seorang penguasa yang adil dan memiliki hati yang sangat khusyuk. Pernikahan Rasulullah . dengan Hafshah merupakan bukti cinta kasih beliau kepada mukminah yang telah menjanda setelah ditinggalkan suaminya, Khunais bin Hudzafah as-Sahami, yang berjihad di jalan Allah, pernah berhijrah ke Habasyah, kemudian ke Madinah, dan gugur dalam Perang Badar. Setelah suami anaknya meninggal, dengan perasaan sedih, Urnar menghadap Rasulullah untuk mengabarkan nasib anaknya yang menjanda. Ketika itu Hafshah berusia delapan belas tahun. Mendengar penuturan Umar, Rasulullah memberinya kabar gembira dengan mengatakan bahwa beliau bersedia menikahi Hafshah.

Jika kita menyebut nama Hafshah, ingatan kita akan tertuju pada jasa-jasanya yang besar terhadap kaum muslimin saat itu. Dialah istri Nabi yang pertama kali menyimpan Al-Qur’an dalam bentuk tulisan pada kulit, tulang, dan pelepah kurma, hingga kemudian menjadi sebuah kitab yang sangat agung.
[sunting] Hindun binti Abi Umayyah (Ummu Salamah)
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Hindun binti Abi Umayyah

Salamah seorang janda tua mempunyai 4 anak dengan suami pertama yang bernama Abdullah bin Abd al-Asad. Suaminya syahid dalam Perang Uhud dan saudara sepupunya turut syahid pula dalam perang itu lalu nabi Muhammad melamarnya. Mulanya lamaran ditolak karena menyadari usia tuanya. Alasan umur turut digunakannya ketika menolak lamaran Abu Bakar dan Umar al Khattab.

Lamaran kali kedua nabi Muhammad diterimanya dengan maskawin sebuah tilam, mangkuk dari sebuah pengisar tepung.

UMMU HABIBAH

Ummu Habibah seorang janda. Suami pertamanya Ubaidillah bin Jahsyin al-Asadiy. Ummu Habibah dan suaminya Ubaidullah pernah berhijrah ke Habsyah. Ubaidullah meninggal dunia ketika di rantau dan Ummu Habibah yang berada di Habsyah kehilangan tempat bergantung.

Melalui al Najashi, nabi Muhammad melamar Ummu Habibah dan upacara pernikahan dilakukan oleh Khalid bin Said al-As dengan maskawin 400 dirham, dibayar oleh al Najashi bagi pihak nabi.

JUWARIYAH BINTI HARITS

Ayah Juwairiyah ialah ketua kelompok Bani Mustaliq yang telah mengumpulkan bala tentaranya untuk memerangi nabi Muhammad dalam Perang al-Muraisi'.

Setelah Bani al-Mustaliq tewas dan Barrah ditawan oleh Tsabit bin Qais bin al-Syammas al-Ansariy. Tsabit hendak dimukatabah dengan 9 tahil emas, dan Barrah pun mengadu kepada nabi.

Rasulullah bersedia membayar mukatabah tersebut, kemudian menikahinya.

SHAFIYAH BINTI HUYAY

Shafiyah anak dari Huyay, ketua suku Bani Nadhir, yaitu salah satu Bani Israel yang berdiam di sekitar Madinah. Dalam Perang Khaibar, Shafiyah dan suaminya Kinanah bin al-Rabi telah tertawan. Dalam satu perundingan setelah dibebaskan, Safiyah memilih untuk menjadi isteri nabi Muhamad. Sofiah binti Huyai bin Akhtab (wafat 50 H).

Shafiyah memiliki kulit yang sangat putih dan memiliki paras cantik, menurut Ummu Sinan Al-Aslamiyah, sehingga membuat cemburu istri-istri Muhammad yang lain. Bahkan ada istri Muhammad dengan nada mengejek, mereka mengatakan bahwa mereka adalah wanita-wanita Quraisy, wanita-wanita Arab sedangkan dirinya adalah wanita asing (Yahudi). Bahkan suatu ketika Hafshah sampai mengeluarkan lisan kata-kata, ”Anak seorang Yahudi” hingga menyebabkan Shafiyah menangis. Muhammad kemudian bersabda, “Sesungguhnya engkau adalah seorang putri seorang nabi dan pamanmu adalah seorang nabi, suamimu pun juga seorang nabi lantas dengan alasan apa dia mengejekmu?” Kemudian Muhammad bersabda kepada Hafshah, “Bertakwalah kepada Allah wahai Hafshah!” Selanjutnya manakala dia mendengar ejekan dari istri-istri nabi yang lain maka diapun berkata, “Bagaimana bisa kalian lebih baik dariku, padahal suamiku adalah Muhammad, ayahku (leluhur) adalah Harun dan pamanku adalah Musa?”] Shafiyah wafat tatkala berumur sekitar 50 tahun, ketika masa pemerintahan Mu'awiyah.

ZAINAB BINTI JAHSY

Zainab merupakan isteri Zaid bin Haritsah, yang pernah menjadi budak dan kemudian menjadi anak angkat nabi Muhammad s.a.w. setelah dia dimerdekakan.

Hubungan suami isteri antara Zainah dan Zaid tidak bahagia karena Zainab dari keturunan mulia, tidak mudah patuh dan tidak setaraf dengan Zaid. Zaid telah menceraikannya walaupun telah dinasihati oleh nabi Muhammad s.a.w..

Upacara pernikahan dilakukan oleh Abbas bin Abdul-Muththalib dengan maskawin 400 dirham, dibayar bagi pihak nabi Muhammad s.a.w.

ZAINAB BINTI KHUZAYMAH

Zainab putri Khuzaymah bin al-Harits bin Abdullah bin Amr bin Abdu Manaf bin Hilal bin Amir bin Sha’sha’a bin Muawiyah. Dijuluki “Ibu orang-orang miskin” karena kedermawanannya terhadap orang-orang miskin. Sebelumnya menikah dengan Muhammad, ia adalah istri dari Abdullah bin Jahsy. Ada riwayat yang mengatakan ia istri Abdu Thufail bin al-Harits, tetapi pendapat pertama adalah yang sahih. Ia dinikahi oleh Muhammad pada tahun ke 3 H dan hidup bersamanya selama hanya dua atau tiga bulan., karena Zainab binti Khuzaimah meninggal dunia sewaktu Muhammad masih hidup.

MAYMUNAH BINTI AL-HARITS

Maymunah binti al-Harits bin Hazn bin Bujair bin al-Harm bin Ruwaibah bin Abdullah bin Hilal bin Amir bin Sha’sha’a bin Muawiyah bibi dari Khalid bin Walid dab Abdullah bin Abbas. Rasulullah saw menikahinya di tempat yang bernama Sarif suatu tempat mata air yang berada sembilan mil dari kota Mekah. Ia adalah wanita terakhir yang dinikahi oleh Muhammad. Wafat di Sarif pada tahun 63 H.

MARIA AL-QIBTIYAH

Maria al-Qibthiyah ialah satu-satunya istri Nabi yang berasal dari Mesir. Ia seorang mantan budak Nabi yang telah dinikahi dan satu-satunya pula yang dengannya Nabi memperoleh anak selain Khadijah yakni Ibrahim namun meninggal dalam usia 4 tahun. Mariyah al-Qibtiyah wafat pada 16H/637 M.

Seorang wanita asal Mesir yang dihadiahkan oleh Muqauqis, penguasa Mesir kepada Rasulullah tahun 7 H. Setelah dimerdekakan lalu dinikahi oleh Rasulullah dan mendapat seorang putra bernama Ibrahim. Sepeninggal Rasulullah dia dibiayai oleh Abu Bakar kemudian Umar dan meninggal pada masa kekhalifahan Umar.

Seperti halnya Sayyidah Raihanah binti Zaid, Maria al-Qibtiyah adalah budak Rasulullah yang kemudian beliau bebaskan dan beliau nikahi. Rasulullah memperlakukan Maria sebagaimana beliau memperlakukan istri-istri beliau yang lainnya. Abu Bakar dan Umar pun memperlakukan Maria layaknya seorang Ummul-Mukminin. Dia adalah istri Rasulullah satu-satunya yang melahirkan seorang putra, Ibrahirn, setelah Khadijah.

Allah menghendaki Maria al-Qibtiyah melahirkan seorang putra Rasulullah setelah Khadijah. Betapa gembiranya Rasulullah mendengar berita kehamilan Maria, terlebih setelah putra-putrinya, yaitu Abdullah, Qasim, dan Ruqayah meninggal dunia.

Maria mengandung setelah setahun tiba di Madinah. Kehamilannya membuat istri-istri Rasul cemburu karena telah beberapa tahun mereka menikah, namun tidak kunjung dikaruniai seorang anak pun. Rasulullah menjaga kandungan istrinya dengan sangat hati-hati. Pada bulan Dzulhijjah tahun kedelapan hijrah, Maria melahirkan bayinya yang kemudian Rasulullah memberinya nama Ibrahim demi mengharap berkah dari nama bapak para nabi, Ibrahim. Lalu beliau memerdekakan Maria sepenuhnya.

kisah cinta rasulullah saw. dipenuhi banyak cobaan salah satunya kecemburuan isteri-isteri nabi.terutama kepada aisyah dan maria.
kecemburuan isteri-isteri nabi pada aisyah tidak lain karena aisyah memiliki banyak keistimewaan yang allah swt. berikan untuknya selain paras yang cantik dan pintar ia adalah satu-satunya isteri rasulullah saw. yang dinikahi dalam keadaan masih gadis.dan aisyah pulalah isteri nabi yang beliau nikahi atas wahyu allah swt. yang datang melalui mimpinya.oleh karena itu rasulullah saw. sangat mencintai aisyah.
begitupula dengan maria.ia adalah seorang budak namun berparas cantik dan berkulit putih serta berwawasan luas.saat maria menjadi budak,rasulullah saw. sering mengunjunginya untuk mengajarkan agama karena saat itu maria adalah seorang mualaf.namun hal ini menimbulkan kecemburuan bagi isteri-isteri rasulullah bahkan aisyah pun pernah berkata "tak pernah aku iri pada seorang wanita pun kecuali maria".dan kemudian rasulullah sempat mengharamkan maria karena tidak mau melukai perasaan isteri-isterinya.namun allah swt. menegurnya"ya,nabi mengapa engkau mengharamkan seseporang yang telah halal untukmu" setelah itu rasulullah pun menikahi maria dan meria di berikan keistimewaan lagi oleh allah swt. yaitu dengan melahirkan putra rasulullah saw. setelah khadijah. karena isteri-isteri rasulullah saw. belum pernah ada yang melahirkan anak untuk beliau keculi putra-putri rasulullah saw. dari isterinya yang pertama yaitu khadijah.

saudariku sesungguhnya isteri-isteri rasulullah saw. adalah ummul al-mu'minin(bunda orang beriman) yang telah teruji imannya mereka adalah wanita mulia yang tidak poernah mengharapkan kebhagiaan dunia yang mereka harpkan hanyalah keridoan allah swt. beserta rasullnya nabi muhammad saw.